Manajemen pemberian pakan ternak sapi potong di Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur
DOI:
https://doi.org/10.33292/ost.v1i2.27Keywords:
Manajemen, Pemberian, Pakan ternak, Sapi potongAbstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui manajemen pakan ternak sapi potong di Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung di lapangan melalui wawancara dengan setiap peternak sapi potong, sedangkan data sekunder didapat dari instansi-instansi yang terkait. Data yang diperoleh kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskripsi dan tabel. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu jenis ternak sapi yang dipelihara adalah sapi Bali, Peranakan Ongole, dan Simmental. Manajemen pemberian pakan yang diterapkan peternak masih belum tepat untuk memenuhi kebutuhan pakan, hewan ternak hanya digembalakan sehingga jumlah pakan yang diberikan belum memenuhi kebutuhan, ternak tidak diberi pakan berupa konsentrat, serta frekuensi dan cara pemberian pakan yang belum tepat. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat peternak sapi potong belum menerapkan manajemen pemberian pakan yang baik terhadap ternak sapi potong.
This research aims to find out the feed management of beef cattle in Pasir Sakti Sub District of East Lampung Regency. The research method used in this study is a survey method consisting of primary data and secondary data. Primary data is obtained directly in the field through interviews with each beef cattle farmer, while secondary data is obtained from related agencies. The data obtained is then processed and presented in the form of descriptions and tables. The results of research that has been carried out are the types of livestock that are maintained are Bali, Ongole crossbreeds, and Simmental. The management of feed applied by farmers is still not right to meet the needs of feed, livestock only grazed so that the amount of feed provided has not met the needs, livestock is not fed in the form of concentrate, as well as the frequency and way of feeding is not yet appropriate. The results show that the beef cattle farming community has not implemented good feeding management for beef cattle.
References
Akoso, B.T. (2009). Epidemologi dan Pengendalian Antraks, Kanisius. Yogyakarta,
Djarijah, A.S. (1996). Usaha Ternak Sapi. Kanisius. Yogyakarta.
Gonggo, B. M., Hermawan, B., & Anggraeni, D. (2008). Pengaruh jenis tanaman penutup dan pengolakan tanah terhadap sifat fisika tanah pada lahan alang- alang. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia, 7(1), 44-55.
Haryanti, N. W. (2009). Ilmu nutrisi Dan Makanan Ternak Ruminansia. Jakarta: Universitas Indonesia.
Kusumawati, Y. (2008). Hubungan antara pendidikan dan pengetahuan kepala keluarga tentang kesehatan lingkungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (phbs) di kelurahan joyotakan surakarta. Jurnal Kesehatan ISSN, 1, 47-56.
Setiadi, B. (2010). Beternak Sapi Pedaging dan Masalahnya. Aneka Ilmu. Semarang.
Soeradji. (1987). Metoda Pemeriksaan Kesehatan Ternak. CV Yasaguna. Jakarta.
Siregar. (2008). Ransum Ternak Ruminansia. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sugeng. (2008). Sapi Potong. Penebar Swadaya. Jakarta
Tilman, H., Hadiprojo. S., & Prawirokusumo, L. (2008). Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Fakultas Petrenakan UGM.
Tangendjaja B. (2009). Teknologi pakan dalam menunjang industri peternakan di Indonesia. Pengembangan Inovasi Pertanian 2(3), 192-207.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Rohmatul Anwar, Tri Adi Wibowo, Desy Sasri Untari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


