Open Science and Technology https://opscitech.com/journal <p><em>Open Science and Technology</em> diterbitkan oleh <em>Research and Social Study Institute</em> sebagai sarana untuk mempublikasikan hasil penelitian, artikel review dari peneliti-peneliti dibidang Ilmu alam, Ilmu pertanian, ilmu Kehutanan, Ilmu Keteknikan, Teknologi, dan Aplikasinya. Jurnal ini terbit dua kali setahun (April dan Oktober). Jurnal ini diterbitkan secara online dan cetak. Open Science and Teknologi memilki filosofi bahwa jurnal ini terbuka untuk siapa saja baik mahasiswa, dosen, peneneliti, konsultan, praktisi di bidang ilmu sains dan teknologi secara umum untuk menerbitkan hasil studi atau penenlitiannya di jurnal ini. Jurnal ini diharapkan pula dapat menjadi jurnal yang fast respone, fast review dan fast publication. Dan kedepan dapat terakreditasi secara nasional dan terindek secara global. <em>Open Science and Technology</em> telah ber P-ISSN 2776-169X dan E-ISSN 2776-1681</p> <p>Distribution: Open Access</p> <p>Frequency: Published biannual (April and Oktober)</p> Research and Social Study Institute en-US Open Science and Technology 2776-169X Review: Pengolahan Limbah cair Industri dengan Menggunakan Silika https://opscitech.com/journal/article/view/38 <p>Pada era industrial, limbah cair industri menjadi salah satu masalah yang serius. Limbah cair industri yang tidak sesuai dengan baku mutu dibuang secara langsung ke badan air yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Karenanya pengolahan limbah harus ditangani sejak awal selama proses produksi. Salah satu material yang sering digunakan sebagai adsorben dalam proses adsorpsi yaitu silika. Silika merupakan adsorben yang memiliki struktur geometri pori, sifat kimia pada permukaan dapat dimodifikasi dan sangat mudah diproduksi. Silika dapat diperoleh dari beberapa sumber diantaranya yaitu sekam padi dari limbah hasil pertanian. Review ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan silika sebagai bahan pengolahan limbah industri. Silika dapat digunakan dalam proses pengolahan limbah cair beberapa industri sepeti batik, laundri, industri tahu dan beberapa limbah industri lainnya. Silika paling efektif diaplikasikan pada pengolahan limbah industri tekstil. Silika mampu mengurangi kekeruhan dan kadar warna limbah cair industri khususnya tekstil. Nilai koefisien penurunan tertinggi sebesar 96,86% untuk warna, sedangkan kekeruhan sebesar 99,31%. Nilai ini didapatkan dari berat campuran silika 5 gram (28,65 %wt), volume limbah 100% dengan kandungan warna 1,123 Co dan kekeruhan 180,5 NTU.</p> <p><em>Industrial liquid waste is one of the serious problems in the industrial era. Disposal of industrial liquid waste that is not in accordance with quality standards directly into water bodies can cause environmental pollution. Therefore, wastewater treatment must be handled early during the production process. Silica is one of the most commonly used adsorbents in the adsorption process. This is due to the ease with which silica is produced and the surface properties (pore geometry structure and surface chemistry) that can be modified. Silica can be obtained from several sources, one of which is rice husk which is a waste from agriculture. This review aims to determine the role of silica as an industrial wastewater treatment material. From several articles obtained, silica can be used in the processing of wastewater from batik industrial, laundri industrial, tofu industrial and several other industries. Silica is most effectively used in the textile industry wastewater treatment. Silica can reduce the color and turbidity of the textile industry wastewater. The highest removal coefficient value is 96.86% for color and 99.31% for turbidity obtained from a 5-gram (28.65 %wt) silica mixture mass, 100% waste volume with color content of 1.123 Co and turbidity of 180.5 NTU.</em></p> <p> </p> Aster Rahayu Maryudi Farrah Fadhillah Hanum Joni Aldilla Fajri Winda Dwi Anggraini Ummi Khasanah Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-01-08 2022-01-08 2 1 1 12 10.33292/ost.vol2no1.2022.38 Partisipasi Masyarakat Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Stabat, Sumatera Utara https://opscitech.com/journal/article/view/42 <p>Program Posyandu merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan untuk mengatasi permasalahan dan pengobatan integratif pada masyarakat. Tujuan untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat agar menciptakan kesadaran akan hak dan kewajiban masyarakat. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan studi observasional, dengan rancangan penelitian cross sectional. Responden dalam penelitian ini yaitu semua orangtua yang memiliki balita yang tercatat di Posyandu Batang Kelurahan Sidomulyo tahun 2021dan kader posyandu. Responden berjumlah 10 orang tua yang memiliki bayi dan 3 kader posyandu. Berdasarkan hasil kajian tingkat partisipasi ibu hamil masuk kategori sedang, dikarenakan masih ada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di Bidan terdekat sehingga hanya sedikit yang mengikuti pemeriksaan kehamilan di posyandu Desa Sidomulyo Kecamatan Stabat.</p> <p><strong> </strong><em>The Posyandu program is one type of health service to address problems and integrative treatment in the community. The aim is to involve the community in community empowerment activities in order to create awareness of the rights and obligations of the community. This type of research uses descriptive analytic with an observational study, with a cross sectional research design. Respondents in this study were all parents who had children under five who were registered at Posyandu Batang, Sidomulyo Village in 2021 and posyandu cadres. The respondents were 10 parents with babies and 3 posyandu cadres. Based on the results of the study, the participation rate of pregnant women is in the medium category, because there are still pregnant women who do their pregnancy checks at the nearest midwife so that only a few take part in pregnancy checks at the posyandu, Sidomulyo Village, Stabat District.</em></p> Aina Cici Ramadhani Derani Putri Amanda Rizki Raisa Daffa Zuhair Sukma Ayu Prawati Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-01-08 2022-01-08 2 1 13 25 10.33292/ost.vol2no1.2022.42 Studi Pemanfaatan dan Metode Pemisahan Silika dari Coal Fly Ash https://opscitech.com/journal/article/view/44 <p>Penggunaan batubara sebagai sumber energi masih belum tergantikan hingga saat ini, sehingga kajian mengenai pemanfaatan abu batubara masih sangat perlu untuk dikembangkan. Abu batubara merupakan limbah hasil proses pembakaran batu bara yang komposisinya akan berbeda sesuai dengan jenis batubara yang digunakan dan proses pembakaran yang dilakukan. Salah satu komposisi penyusun utama dari abu batubara ini adalah silika. Silika memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam berbagai tujuan seperti untuk pengolahan limbah, untuk bahan aditif dalam pertanian, hingga sebagai nanosilika. Paper ini berisi informasi mengenai pemanfaatan silika dari abu batubara yang sudah ada serta metode yang efektif untuk mendapatkan silika dari limbah abu batu bara ini. Dari pembahasan diketahui bahwa studi pemanfaatan silika saat ini umumnya berfokus ke arah sintesis zeolite. Penelitian pemanfaatan silika sebagai nanosilika baru mulai dikembangkan baru-baru ini. Sementara itu, pemanfaatan silika tidak terlepas dari metode ekstraksi silika dari coal fly ash tersebut. Dari pembahasan diketahui NaOH masih menjadi pilihan utama dalam proses leaching silika. Studi ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi kemajuan riset dalam rangkapengolahan dan pemanfaatan limbah.</p> <p><em>The use of coal as an energy source has not been replaced until now, subsequently the studies on the utilization of coal fly ash still need to be developed. Coal fly ash is waste from the coal combustion process whose composition will differ according to the type of coal used and the combustion process carried out. One of the main constituents of coal ash is silica. Silica has the potential to be used in various purposes such as for waste treatment, for additives in agriculture, to nanosilica. This paper contains information on the utilization of silica from existing coal fly ash and an effective method for obtaining silica from the coal fly ash. Based on the discussion, it is known that the current study of the use of silica generally focuses on the synthesis of zeolite. The research on the use of silica as nanosilica has only recently been developed. Meanwhile, the role of silica is related to the method of extracting silica from the coal fly ash. It is known that NaOH is the main leaching solution in the case of silica leaching process. This study is expected to provide information for research progress in the context of processing and utilizing waste.</em></p> Farrah Fadhillah Hanum Aster Rahayu Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-01-08 2022-01-08 2 1 26 32 10.33292/ost.vol2no1.2022.44 Analisis Unsur Hara N dan P serta Tingkat Kemiripan Antar Lokasi KJA dan Non KJA di Perairan Waduk Cirata, Jawa Barat https://opscitech.com/journal/article/view/49 <p>Perairan Waduk Cirata merupakan perairan <em>cascade </em>hasil bendungan Sungai Citarum di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik unsur hara N dan P terkait adanya aktivitas budidaya keramba jaring apung (KJA). Secara umum kandungan nitrat, nitrit dan ammonia di lokasi padat KJA memiliki nilai lebih tinggi dari lokasi non KJA Sedangkan secara vertikal antara kedalaman 1 m dengan 20 m memiliki nilai yang berbeda nyata. Di daerah KJA pada kedalaman 1 m nilai tersebut masing-masing berkisar 0,0940-0,2240; 0,0010-0,0020; 0,0280-0,0900 mg/l dan di kedalaman 20 m berkisar 0,1210-1,3970; 0,0010-0,0030; 0,0410-0,5310 mg/l. Konsentrasi nitrat, nitrit dan amonium pada kedalaman 1 m daerah non KJA masing-masing berkisar 0,0970-0,2180; 0,0010; 0,0420-0,1080 mg/l dan di kedalaman 20 m berkisar 0,3590-1,6380; 0,0010-0,0030; 0,1690-0,3780 mg/l. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh kandungan ortofosfat di daerah KJA dengan nilai lebih besar dan berbeda nyata dari daerah non KJA. Daerah dengan aktivitas padat KJA memiliki nilai kandungan ortofosfat lebih tinggi dikarenakan tingginya beban masukan nutrien yang berasal dari sisa pakan dan sisa hasil metabolisme ikan dalam KJA. Berdasarkan grafik dendrogram terlihat bahwa adanya aktivitas KJA mempengaruhi perbedaan karakteristik N dan P di Waduk Cirata.</p> <p><em>Cirata Reservoir are cascade </em><em>lake</em> <em>made</em><em> by the Citarum River dam in West Java. This study aims to </em><em>understand</em><em> the characteristics of the nutrients N and P related to the activity of KJA cultivation. In general, the content of nitrate, nitrite and ammonia in </em><em>intensive</em><em> KJA locations has a higher value than non-KJA locations. Meanwhile, vertically between the depths of 1 m and 20 m have significantly different values. In the KJA area at a depth of 1 m these values ranged from 0.0940-0.2240, respectively; 0.0010-0.0020; 0.0280-0.0900 mg/l and at a depth of 20 m in the range 0.1210-1.3970; 0.0010-0.0030; 0.0410-0.5310 mg/l. The concentrations of nitrate, nitrite and ammonium at a depth of 1 m in non-KJA areas ranged from 0.0970-0.2180, respectively; 0.0010; 0.0420-0.1080 mg/l and at a depth of 20 m in the range 0.3590-1.6380; 0.0010-0.0030; 0.1690-0.3780 mg/l. Based on the observations, it was found that the orthophosphate content in the KJA area had a </em><em>higher</em><em> value and was significantly different from the non-KJA area. Areas with </em><em>intensive</em><em> KJA activity had a higher value of orthophosphate content due to the high load of nutrient input from feed residues and fish metabolism in the KJA. Based on the dendrogram graph, it can be </em><em>known</em><em> that the presence of KJA activity affects the differences in the characteristics of N and P in the Cirata Reservoir. </em></p> <p> </p> Endang Sri Utami Eny Ivan’s Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-02-04 2022-02-04 2 1 33 40 10.33292/ost.vol2no1.2022.49 Analisis Finansial UKM Ivan’s Bawen di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Lampung https://opscitech.com/journal/article/view/50 <p>Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang besar bagi perekonomian nasional. Hal ini karena daya serap UMK terhadap tenaga kerja yang tinggi dan merupakan sektor ekonomi yang bisa dijangkau masyarakat kelas menengah ke bawah. Salah satu UMKM di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur adalah UKM Ivan’s Bawen yang bergerak pada pengolahan makanan yaitu proses pengolahan pisang bawen menjadi keripik pisang bawen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha dari UKM Ivan’s Bawen melalui analisis kriteria investasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan satu narasumber yaitu pemilik UKM Ivan’s Bawen. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif menggunakan kriteria investasi yang terdiri dari <em>Net Present Value </em>(NPV), <em>Net Benefit Cost Ratio</em> (Net B/C), dan <em>Internal Rate of Return</em> (IRR) dan secara kualitatif. Hasil analisis menunjukkan NPV sebesar Rp 174.817.162 (&gt; 0), Net B/C Ratio 1,18 (&gt; 1), dan IRR 39,54% (&gt;10%). Interpretasi dari hasil penelitian adalah UKM Ivan’s Bawen layak untuk diusahakan setidaknya sampai lima tahun mendatang.</p> <p> </p> <p class="jbd-abs-gb-tab9" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><em><span lang="EN-US" style="font-size: 11.5pt;">Micro, Small and Medium Enterprises (SEMs) have a big role in the national economy. This is because the absorption of SEMs for labor is high and is an economic sector that can be achieved by the lower middle class. One of the SEMs in Purbolinggo District, East Lampung Regency, is Ivan's Bawen SEMs which is engaged in food processing, namely processing Bawen bananas into Bawen banana chips. This study aimed to determine the business feasibility of Ivan's Bawen SEMs through an analysis of investment criteria. This research uses a case study method using the only resource person, namely the owner of Ivan's Bawen SEMs. The data obtained were analyzed quantitatively using investment criteria consisting of Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), and Internal Rate of Return (IRR) and qualitatively. The results of the analysis show the NPV of Rp 174,817,162 (&gt; 0), Net B/C Ratio 1.18 (&gt; 1), and IRR 39.54% (&gt;10%). The interpretation of the research results is that Ivan's Bawen SEMs is feasible for at least the next five years.</span></em></p> Eny Ivan's Wintari Mandala Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2022-02-04 2022-02-04 2 1 41 53 10.33292/ost.vol2no1.2022.50 Analisis Pengolahan Air Limbah Industri Tahu dan Efektivitasnya Terhadap Masyarakat dan Lingkungan di Bandar Lampung https://opscitech.com/journal/article/view/53 <p>Sebagian besar industri tahu tidak memiliki pembuangan limbah yang memadai,sebagai akibatnya air limbah dibuang langsung ke sungai sehinggamenyebabkan timbulnya aroma tidak sedap dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis SWOT, mengidentifikasi teknik pengolahan air limbah tahu yang paling efektif dan efisien, serta menggambarkan dampak limbah cair tahu terhadap masyarakat dan lingkungan. Data pada penelitian ini dikumpulkanmenggunakan studi literatur dan survei.Hasil analisis pada penelitian ini yaitu proses pengolahan air limbah di Industri Tahu Tandang menggunakan instalasi pengolahan air limbah anaerob-aerob telah memenuhi aturan teknik pengolahan air limbah. Metode anaerob-aerob ini telah menurunkan BOD hingga 98,12% dan COD hingga 96,34%. Sehingga dapat menjadi alternatif untuk pengolahan lebih lanjut air limbah yang menggunakan konsumsi energi rendah dan menghasilkan biogas sebagai terbarukan untuk proses operasi tahu dan bentuk padat yang dapat digunakan sebagai kompos. Dengan efisiensi yang tinggi diharapkan para pengusaha tahu dapat menjaga jumlah air limbah dan menjaga kondisi kerja agar stabil sehingga kondisi lingkungan tetap terjaga.</p> <p><em>Most of the tofu industries do not have adequate waste disposal so that wastewater is discharged directly into the rivers, causing unpleasant odors and environmental pollution. This research aims to find out the SWOT analysis, identify the most effective and efficient wastewater treatment techniques, and describe the impact of liquid waste on society and the environment. The data for this research were collected by literature study and survey. The wastewater treatment operation process at the Tahu Tandang Industrial using an anaerobic-aerobic wastewater treatment plant has complied with the regulations for the wastewater treatment system. This method has reduced BOD up to 98,12% and COD up to 96,34%. So that it can be an alternative for further processing energy for the tofu operation process and solid form that can be used as compost. With high efficiency, it is expected that tofu entrepreuneurs can maintan the amount of waste water and maintain stable working conditions so that environmental conditions are maintained</em><em>.</em></p> Suci Hardina Rahmawati Citra Puspitaningrum Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2022-02-06 2022-02-06 2 1 54 61 10.33292/ost.vol2no1.2022.53 Analisis Titik Impas dan Kelayakan Usaha Ternak Ayam Petelur Mandiri di Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur https://opscitech.com/journal/article/view/52 <p>Usaha ternak ayam banyak dibudidayakan dengan pola mandiri oleh masyarakat pedesaan. Kegiatan beternak ayam dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri khususnya memenuhi kebutuhan protein hewani. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan suatu usaha dan titik impas usaha ternak ayam dengan pola mandiri di Desa Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung nilai Titik Impas dan R/C ratio. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Nilai BEP produk yang didapat peternak sebesar 6.456 kg per tahun dan berada diatas BEP produksi yakni sebesar 4.585 kg dalam satu tahun; (2) Nilai kelayakan usaha ternak yang didapat sebesar 1,16 &gt; 1. Hasil ini meperlihatkan bahwa usaha ternak ayam petelur ini layak dijalankan.</p> <p class="jbd-abs-gb-tab9" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><em><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt;">Many chicken farms are cultivated independently. The activity of raising chickens is carried out to meet their own food needs, especially to meet the needs of animal protein. The purpose of the study was to analyze the feasibility of a business and the break-even point of a chicken farming business with an independent pattern in Braja Dewa Village, Way Jepara District, East Lampung. The research method uses a survey method. Data analysis was carried out by calculating the break-even point and R/C ratio. From the results of the study, it was found that (1) the BEP value of the product obtained by farmers was 6,456 kg per year and was above the production BEP, which was 4,585 kg in one year; (2) The feasibility value of the livestock business obtained is 1,16 &gt; 1. The results prove that the laying hens business is feasible to run.</span></em></p> Wintari Mandala Eny Ivan’s Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-02-13 2022-02-13 2 1 62 73 10.33292/ost.vol2no1.2022.52 Pengaruh Alokasi Waktu Kerja Suami dan Istri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Buruh Pengasin Ikan di Pulau Pasaran Kecamatan Teluk Betung Timur https://opscitech.com/journal/article/view/51 <p class="jbd-abs-gb-tab9" style="margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span style="font-size: 10.0pt;">Pulau Pasaran merupakan salah satu sentra pengolahan ikan terbesar di Kota Bandar Lampung. Dalam kegiatan pengolahan ikan melibatkan masyarakat baik perempuan ataupun laki-laki, sehingga dampak yang diberikan cukup besar terhadap perekonomian masyarakat di Pulau Pasaran dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alokasi waktu kerja terhadap pendapatan rumah tangga buruh pengasin ikan di Pulau Pasaran. Penelitian menggunakan metode survey. Jumlah responden yaitu 100 orang yang diambil menggunkan metode simple random sampling. Dari hassil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga buruh pengasin ikan yaitu dari segi umur dan tingkat pendidikan. Rata-rata jumlah tanggungan keluarga memiliki 4 orang anak. Berdasarkan hasil analisis alokasi kerja suami istri untuk kegiatan produktif menunjukkan bahwa alokasi kerja isteri yaitu 7, 09 jam (29,5%) pada usaha pengasin ikan lebih besar dibandingkan suami yaitu 1,12 jam (4,67%). Kegiatan produktif non perikanan atau diluar pengasin ikan menunjukkan alokasi kerja suami sebesar 6,71 jam (28%) persen lebih besar dibandingkan isteri yaitu 1,74 (7,25%). Hal ini menunjukan adanya pengaruh antara variabel alokasi waktu kerja dan jumlah tanggungan responden suami terhadap pendapatan rumah tangga buruh pengasin ikan di Pulau Pasaran. Adanya pengaruh antara variabel alokasi waktu kerja, jumlah tanggungan, pendidikan responden isteri terhadap pendapatan rumah tangga buruh pengasin ikan.</span></p> <p class="jbd-abs-gb-tab9" style="margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><em><span style="font-size: 10.0pt;">Pulau Pasaran, there are activities in the field of fisheries that involve women and men. The fish processing activity is a great opportunity to increase income. The purpose of this study was to analyze the allocation of working time, the level of income and the factors that influence it, as well as to analyze the gender of household fish salting workers in Pasaran Island. The research used a survey method. The number of respondents was 100 people who were taken by simple random sampling method. The results showed that the factors affecting household income of fish salting workers were age, dominated by productive age, education level of elementary, junior high and high school. The average number of dependents has 4 children. Based on the analysis of husband and wife work allocation for productive activities, it shows that the wife's work allocation is 7.09 hours (29.5%) in the fish salting business is greater than the husband's, namely 1.12 hours (4.67%). Non fishery productive activities or outside fish salting, it shows that the husband's work allocation is 6.71 hours (28%), greater than the wife's, 1.74 (7.25%). In this case it shows the influence between the work time allocation variable and the number of dependents of the husband's respondent on The household income of fish salting workers on the island of Pasaran and the influence of the variables of working time allocation, number of dependents, and education of the wife's respondents on the household income of fish salting workers.</span></em></p> Dian Oktavianti Novita Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-02-14 2022-02-14 2 1 74 85 10.33292/ost.vol2no1.2022.51 Pengaruh Pencahayan Warna Biru Terhadap Konsumsi Pakan, Bobot Badan dan Konversi Pakan Ayam Broiler https://opscitech.com/journal/article/view/59 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan cahaya lampu warna biru terhadap konsumsi pakan, bobot badan, dan konversi pakan ayam broiler. Materi yang dipakai dalam penelitian ini adalah 2.700 ekor ayam broiler, kandang ayam sistem terbuka (opened house) dengan konstruksi double deck, lampu Light Emitting diode (LED) 5 watt dengan intesitas cahaya 3 lux, peralatan kandang, vitamin dan desinfektan. Data dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan, masing-masing ulangan diisi dengan 300 ekor ayam broiler. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, bobot badan, dan konversi pakan, dengan tiga perlakuan yaitu pencahayaan lampu putih (B0), lampu biru 12 jam (B1) dan lampu biru 24 jam (B2). Data yang berbeda nyata akan di Uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi pakan pada pencahayaan normal rata – rata yaitu 3239,67 g, sedangkan pada pencahayaan biru selama 12 jam dan selama 24 jam sebesar 3252,67 g dan 3395,67 g, untuk pertambahan bobot badan rata-rata yaitu 2007,6 g pada pencahayaan normal dan pada pencahayaan biru selama 12 jam dan selama 24 jam yaitu 2109,67 g dan 2231,2 g. Nilai FCR pada pencahayaan normal menunjukkan rata-rata sebesar 1,614 dan untuk pencahayaan biru selama 12 jam dan selama 24 jam yaitu 1,542 dan 1,522. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian cahaya biru 24 jam dapat meningkatkan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan sehingga efisiensi penggunaan pakan akan terpenuhi.</p> <p><em>The aim of this study was to determine the effect of the use of blue light on feed consumption, body weight, and feed conversion of broiler chickens. The materials used in this study were 2,700 broiler chickens, an open system chicken coop with double deck construction, 5 watt Light Emitting diode (LED) lamps with a light intensity of 3 Lux, cage equipment, vitamins and disinfectants.</em><em> Method was used in this experiment was Completely Randomize Design with 3 treatment and 3 replication, if there were significant influence would tested by Duncan’s Multiple Range Test Method. Treatment in this experiment used white light (B0), 12 hour blue light (B1) and 24 hour blue light (B2). The results showed that the level of feed consumption in normal lighting on average was 3239.67 g, while in blue lighting for 12 hours and for 24 hours it was 3252.67 g and 3395.67 g, for the average body weight gain was 2007</em><em>.</em><em>6</em><em> g</em><em> under normal lighting and in blue lighting for 12 hours and for 24 hours, namely 2109.67 </em><em>g </em><em>and 2231.2</em><em> g.</em><em> The FCR value in normal lighting shows an average of 1.614 and for blue lighting for 12 hours and for 24 hours, it is 1.542 and 1.522. The conclusion of</em> <em>this study is that 24 hours of blue light can increase feed consumption, body weight gain and feed conversion, so that the efficiency of feed use will be fulfilled.</em></p> Diah Reni Asih Rohmatul Anwar Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-02-26 2022-02-26 2 1 86 92 10.33292/ost.vol2no1.2022.59 Cracking of Palm Oil Methyl Esters on Modified Natural Zeolite Catalysts https://opscitech.com/journal/article/view/60 <p>Perengkahan katalitik metil ester minyak sawit (POME) menjadi hidrokarbon cair telah dilakukan dengan dua katalis berbasis zeolit alam bifungsional. Metil ester diproduksi dengan transesterifikasi CPO dengan metanol/KOH dalam kondisi yang menguntungkan. Eksperimen katalitik dilakukan dalam mikroreaktor batch yang dilengkapi dengan alat pemanas dan destilasi. Campuran metil ester dan bubuk katalis dipanaskan secara bertahap hingga 673 K selama 2 jam dan diikuti dengan distilasi pada kondisi yang sama selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis zeolit alam termodifikasi merupakan katalis aktif dalam perengkahan POME menjadi hidrokarbon.</p> <p><em>Catalytic cracking of palm oil methyl ester (POME) to liquid hydrocarbons has been conducted by two bifunctional natural zeolite based catalysts. Methyl esters were produced by transesterification of CPO by methanol/KOH in a favorable condition. The catalytic experiments were conducted in a batch microreactor equipped by heating and distillation apparatus. A mixture batch of methyl ester and catalyst powder was heated gradually up to 673 K for 2 h and followed by distillation at the same condition for 2 h. The result showed that modified natural zeolite catalysts were active catalysts in the cracking of POME to hydrocarbons</em><em>.</em></p> Totok Eka Suharto Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-02-27 2022-02-27 2 1 93 98 10.33292/ost.vol2no1.2022.60 Modifikasi Sistem Hidroponik Rakit Apung pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) https://opscitech.com/journal/article/view/63 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi sistem hidroponik rakit apung menggunakan pipa <em>Deep Film Techinique </em>(DFT) untuk menghasilkan produksi tanaman yang optimal dan perawatan yang lebih mudah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode rancangan dan observasi untuk memodifikasi hidroponik rakit apung menggunakan pipa DFT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman dengan rata-rata batang tertinggi terdapat pada L5 (talang 5) yaitu 3,5 cm, jumlah daun rata-rata paling banyak terdapat pada L2 (talang 2) dan L4 (talang 4) yaitu 11 helai, akar rata-rata paling panjang terdapat pada L1 (talang 1) yaitu 47,6 cm, berat segar dengan rata-rata tertinggi terdapat pada L2 (talang 2) yaitu 64,4 g. Hidroponik rakit apung dengan pipa DFT ini dapat digunakan dengan baik, namun sebaiknya penambahan pompa air disarankan supaya perakaran tanaman dapat menyerap oksigen secara merata sehingga pertumbuhan tanaman dapat seragam.</p> <p><em>The research aims to modify the hydroponic design of the floating raft system using </em><em>Deep Film Techinique (DFT)</em><em> pipes so as to produce optimal plant production and easier maintenance. The research method used were design</em><em> and observation method</em><em> to modify</em> <em>floating raft hydroponics using DFT pipes. The results showed that the plant with the highest average stem were found at L<sub>5</sub> which was 3.5 cm, the average number of leaves were mostly found at L<sub>2</sub> and L<sub>4</sub> which were 11 leaves,</em> <em>the longest average root were found at L<sub>1</sub> which were 47.6 cm , fresh weight with the highest average were found at L<sub>2</sub>, which were 64.4 g.</em> <em>Hydroponic floating rafts with DFT pipes can be used properly, but the addition of water pumps is recommended so that plant rooting can absorb oxygen evenly so that plant growth can be uniform.</em></p> Puspitahati Lestari Sumaja Putri Rahmad Hari Purnomo Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-03-17 2022-03-17 2 1 99 108 10.33292/ost.vol2no1.2022.63 Studi Respon Cekaman Garam Terhadap Kondisi Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) https://opscitech.com/journal/article/view/57 <p>Tebu (<em>Sa</em><em>ccharum officinarum)</em> merupakan bahan baku penghasil gula digunakan sebagai konsumsi, industri serta sebagai komoditas yang dapat mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Kebutuhan gula secara nasional mengalami peningkatan, namun tidak diimbangi dengan peningkatan hasil produksi gula secara nasional. Demi mempertahankan dan juga meningkatkan produksi tersebut, diperlukan strategi dalam mengoptimalkan kondisi lahan suboptimal yang dipengaruhi oleh cekaman abiotik salah satunya adalah kadar garam yang tinggi yang biasa disebut salinitas. Efek merusak dari salinitas adalah mengurangi pertumbuhan dan optimalisasi fisiologisnya sehingga mengakibatkan stres pada tanaman. Pada kondisi tersebut salinitas berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan serta bertanggung jawab pada penurunan potensi produksi tanaman. Produksi tebu tergantung pada panjang dan diameter atau dimensi tubuhnya. Salinitas dapat menyebabkan kerugian akibat perubahan dimensi. Salinitas menyebabkan penurunan potensial air dan meningkatkan tekanan osmotik pada tanah sehingga dapat memperlambat tanaman untuk menyerap air dari, akibatnya akan mempengaruhi morfologis dan fisiologis serta biokimia. Studi pengaruh cekaman stres pada beberapa spesies tanaman dan teknik budidaya pada tebu ini merupakan informasi dasar bertujuan untuk mengetahui serta mengkasji proses penting dalam salinitas sebagai stimultan kondisi garam tinggi, sehingga dapat dijadikan evaluasi dampak morfologi dan fisiologi pada tebu. Studi ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi kemajuan riset peningkatan produksi tebu terhadap cekaman garam.</p> <p><em>Sugarcane (Saccharum officinarum) is a raw material for producing sugar used for consumption, industry and as a commodity that can achieve food security in Indonesia. National demand for sugar has increased, but is not matched by an increase in national sugar production. In order to maintain and also increase production, a strategy is needed to optimize suboptimal land conditions which are influenced by abiotic streses, one of which is high salt content which is commonly known as salinity. The damaging effect of salinity is to reduce growth and optimize its physiology, resulting in stres on plants. In these conditions salinity has an impact on growth and development and is responsible for reducing the potential for plant production. Sugarcane production depends on the length and diameter or dimensions of the body. Salinity can cause losses due to dimensional changes. Salinity causes a decrease in water potential and increases osmotic pressure in the soil so that it can slow down plants to absorb water from, consequently will affect morphological and physiological as well as biochemical. This study of the effect of stres stres on several plant species and cultivation techniques on sugarcane is basic information aimed at identifying and assessing important processes in salinity as a stimulant for high salt conditions, so that it can be used as an evaluation of the morphological and physiological impacts on sugarcane. This study is expected to provide information for the progress of research on increasing sugarcane production against salt stres.</em></p> Yudhi Pramudya Saktiyono Sigit Tri Pamungkas Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ 2022-03-22 2022-03-22 2 1 109 116 10.33292/ost.vol2no1.2022.57 Pengaruh Unsur Hara Mikro Dan Genotipe Ubi Kayu Terhadap Morfologi Dan Produksi Pati https://opscitech.com/journal/article/view/64 <p>Lampung sebagai daerah potensial penghasil ubi kayu, pada tahun 2015 turut mencapai produktivitas 264,45 Kuintal/ Ha. Permintaan ubi kayu yang cukup tinggi berpengaruh terhadap industri tapioka. Metabolisme ubi kayu dipengaruhi oleh unsur hara mikro, sehingga berdampak pada pertumbuhan vegetatif dan juga generatif. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Desa Tanjung Bintang, Lampung Selatan yang memiliki lahan relatif kering. Pelaksanaan penelitian pada Bulan Juli hingga November 2017. Perlakuan penelitian berupa perbedaan genotipe ubi kayu yaitu UJ3 dan UJ5 yang dipupuk menggunakan Urea, TSP dan KCl serta penambahan pupuk mikro berupa Fe, Mn, Cu, Zn, Co, B dan Mo. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu genotipe dan pupuk mikro dengan dosis 40Kg/Ha. Parameter pertumbuhan yang diamati pada 7 dan 10 BST berupa tinggi tanaman dan jumlah daun sedangkan komponen hasil meliputi bobot umbi, diameter umbi, bobot brangkasan dan kadar pati. Penggunaan genotipe yang berbeda pada tanaman ubi kayu berpengaruh nyata terhadap kadar pati dan bobot umbi. Interaksi antara pemberian pupuk mikro dan penggunaan genotipe berbeda berpengaruh nyata terhadap bobot brangkasan, ukuran diameter umbi, jumlah umbi, jumlah daun dan tinggi tanaman.</p> <p><em>Lampung as one </em><em>potencial</em><em> cassava-producing, in 2015 also achieved a productivity of 264.45 Quintal/Ha. The high demand for cassava affects the tapioca industry. Cassava metabolism is influenced by micro nutrients, so that it has an impact on vegetative and generative growth. The research location chosen was Tanjung Bintang Village, South Lampung which has relatively dry land. The research was </em><em>start at</em><em> July to November 2017. The research treatment was in the form of different genotypes of cassava, namely UJ3 and UJ5 which were fertilized using Urea, TSP and KCl as well as the addition of micro fertilizers in the form of Fe, Mn, Cu, Zn, Co, B and Mo. The experimental used a randomized block design (</em><em>RBD</em><em>) with 2 factors, namely genotype and micro fertilizer with a dose of 40Kg/Ha. Growth parameters observed at 7 and 10 BST were plant height and number of leaves, while yield components included tuber weight, tuber diameter, stover weight and starch content. The use of different genotypes in cassava had a significant effect on starch content and tuber weight. The interaction between the application of microfertilizers and the use of different genotypes significantly affected the weight of the stover, tuber diameter, number of tubers, number of leaves and plant height.</em></p> Shinta Anisya Agus Karyanto Setyo Dwi Utomo Kukuh Setiawan Paul Benyamin Timotiwu Wawan Abdullah Setiawan Ria Putri Ali Rahmat Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2022-06-19 2022-06-19 2 1 117 128 10.33292/ost.vol2no1.2022.64 Perubahan Perilaku Masyarakat Kota Bandar Lampung dalam Membeli Bahan Pangan Segar di Masa Pandemi https://opscitech.com/journal/article/view/26 <p>Salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus terpenuhi adalah kebutuhan atas bahan pangan segar seperti beras, sayur-sayuran, lauk-pauk, rempah, buah-buahan, dan lain-lain. Masyarakat di daerah perkotaan umumnya membeli bahan pangan segar yang dibutuhkan ini secara langsung di pasar tradisional dan modern atau warung sekitar tempat tinggal. Namun, tidak sedikit pula yang membelinya secara online. Perkembangan teknologi kemudian pandemi yang terjadi semakin memicu masyarakat melakukan pembelian kebutuhan hidupnya secara online termasuk kebutuhan bahan pangan segar. Pembelian bahan pangan segar yang sebelumnya dilakukan secara langsung berubah menjadi secara online. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku masyarakat kota dalam membeli bahan pangan segar yang dibutuhkan. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey. Pengumpulan data melalui kuesioner dengan aplikasi <em>google form</em>. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah telah terjadi perubahan dalam pembelian bahan pangan segar secara online akibat adanya pandemi. Sebelum pandemi, mayoritas masyarakat di Kota Bandar Lampung melakukan pembelian bahan pangan segar secara online sebanyak 1-2 kali dalam sebulan. Setelah pandemi, mayoritas masyarakat di Kota Bandar Lampung melakukan pembelian bahan pangan segar secara online lebih dari 4 kali dalam sebulan.</p> <p><em>One of the basic needs of the community that must be fulfilled is the need for fresh groceries such as rice, vegetables, side dishes, spices, fruits, and others. People who live in urban areas generally buy fresh groceries needed directly in traditional and modern markets or in stalls around the residence. However, not a few also buy it online. The development of technology and then the pandemic that occurred increasingly triggered people to make online purchases for their needs including the need for fresh groceries. The purchase of fresh groceries that was previously done directly changed to online. This research aims to find out whether there is a change in the behavior of city people in buying fresh groceries needed. Research methods are carried out by survey method. Data collection is done through questionnaires using the Google form application. The collected data is analyzed descriptively quantitatively. The result obtained in this study is that there has been a change in the purchase of fresh groceries online due to the pandemic. Before the pandemic, the majority of people in Bandar Lampung City purchased fresh groceries online 1-2 times a month. After the pandemic, the majority of people in Bandar Lampung City purchased fresh groceries online more than 4 times a month.</em></p> Dian Rahmalia I Rani Mellya Sari Eka Kashmir Shinta Tantriadisti Copyright (c) 2022 Open Science and Technology https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2022-07-09 2022-07-09 2 1 129 135 10.33292/ost.vol2no1.2022.26