Study on agronomical characteristics of several introduced cucumber (Cucumis sativus L.) genotypes
DOI:
https://doi.org/10.33292/ost.v3i2.104Keywords:
Cucumber, Domestic variety, Genotype, Vegetative growth, YieldAbstract
Cucumber is one of the fruit vegetables favored by the Indonesian people. Its development prospect of commercial cultivation and agribusiness management has been very promising, because the marketing opportunities are not only available domestically, but also abroad. Plant introduction is a process of introducing plants from their place of origin into a new region. This study aims to examine the agronomic characteristics of several introduced cucumber genotypes, and was conducted from October to December 2022 at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Jakarta Muhammadiyah University. Randomized Complete Group Design (RCGD) was used with five cucumber genotypes: three introduced genotypes (MIT001, MIT002, and MIT003) and two comparator domestic varieties (Ronaldo and Mercury). The results show that the introduced genotypes produced similar vegetative growth characters to those of their comparator varieties. However, several yield components produced are lower than those of their comparator varieties, as seen from several significantly different parameters. MIT001 and MIT003 produced shorter fruit length than that of their comparator variety (Ronaldo), while MIT002 produced lower plant dry weight and fruit weight per plant than those of its comparator variety (Mercury). MIT003 was able to produce the yield components closest to those of its comparator variety.
Mentimun merupakan salah satu sayuran buah yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Prospek pengembangan budidaya mentimun secara komersial dan pengelolaannya dalam skala agribisnis semakin cerah, karena peluang pemasaran tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga mancanegara. Introduksi tanaman merupakan suatu proses memperkenalkan tanaman dari tempat asal tumbuhnya ke suatu daerah (negara) baru. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik agronomis beberapa genotipe mentimun hasil introduksi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2022 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan lima taraf genotipe mentimun, yaitu tiga genotipe introduksi (MIT001, MIT002, dan MIT003) dan dua varietas nasional sebagai pembanding (Ronaldo dan Merkuri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap genotipe introduksi yang diujikan secara umum memiliki karakter pertumbuhan vegetatif yang sama dengan varietas pembandingnya, namun memiliki beberapa karakter komponen produksi yang lebih rendah dari varietas nasional pembandingnya. Genotipe introduksi MIT001 dan MIT003 memiliki panjang buah yang lebih pendek dari varietas nasional pembandingnya (Ronaldo), sedangkan MIT002 menghasilkan bobot kering tanaman dan bobot buah per tanaman yang lebih rendah dari varietas nasional pembandingnya (Merkuri). Genotipe MIT003 adalah genotipe introduksi yang mampu menghasilkan produksi yang paling mendekati varietas pembandingnya.
References
Akbar, R. A. M., Sudiarso, & Nugroho, A. (2014). Pengaruh mulsa organik pada gulma dan tanaman kedelai (Glycine max L.) var. Gema. Jurnal Produksi Tanaman, 1(6), 478–485.
Central Bureau of Statistics of South Tangerang City. (2019). South Tangerang City in Number 2019. Central Bureau of Statistics of South Tangerang City.
Central Bureau of Statistics. (2023). Production of vegetable crops 2022. https://www.bps.go.id/indicator/55/61/1/produksi-tanaman-sayuran.html
Cahyaningrum, D. G., Yulianah, I., & Kuswanto. (2014). Interaksi genotipe lingkungan galur-galur harapan kacang panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) berpolong ungu di dua lokasi. Jurnal Protan, 2(5), 304–411.
Central Bureau of Statistics of South Tangerang City. (2019). South Tangerang City in Number: 2019. Central Bureau of Statistics of South Tangerang City.
Central Bureau of Statistics. (2023). Production of vegetable crops 2022. https://www.bps.go.id/indicator/55/61/1/produksi-tanaman-sayuran.html
Chia, S. Y. & Lim, W. M. (2022). A critical review on the influence of humidity for plant growth forecasting. IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 1257: 012001. https://doi.org/10.1088/1757-899X/1257/1/012001.
Dani, U., Harti, A. O. R., Nugraha, D. R., & Rusta. (2014). Pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) kultivar Sabana F1 dan Vanesa pada berbagai dosis pemberian bio-fosfat. Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan, 2(2), 1–8.
Hakim, M. A. R., Sumarsono, & Sutarno. (2019). Pertumbuhan dan produksi dua varietas selada (Lactuca sativa L.) pada berbagai tingkat naungan dengan metode hidroponik. Jurnal Agro Complex, 3(1), 15 23.
Hardiatmi, S., Santosa, S. J. & Suryanegara, S. S. (2015). Pengaruh konsentrasi ekstrak teh dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Inovasi Pertanian, 14(1), 78–87.
Jolliet, D. O. (1993). Modelling of water uptake, transpiration, and humidity in greenhouse, and of their effects on crops. Acta Horticulture, 328, 69–78
Jusuf, M., Wahyuni, T. S. & Rahajeng, W. (2012, November). Kajian adaptasi dan stabilitas hasil varietas unggul ubi jalar di sepuluh likasi di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Sumber Daya Genetik dan Pemuliaan Tanaman “Peran Sumber Daya dan Pemuliaan dalam Rangka Mewujudkan Kemandirian Perbenihan Nasional”. Bogor, Indonesia.
Karim, H. A., Yasin H. G. M., Kandatong, H., Hasan, H., & Fitrianti. (2020). Uji produktivitas berbagai varietas jagung (Zea mays L.) hibrida dan non-hibrida yang sesuai pada agroekosistem Kabupaten Polewali Mandar. Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian, 5(1), 25–29.
Khumaero, W. W., Efendi, D., Suwarno, W.B., & Sobir. (2014). Evaluasi karakteristik hortikultura empat genotipe melon (Cucumis melo L.) Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB. Jurnal Hortikultura Indonesia, 5(1), 56–63.
Kurniawati, H. Y., Karyanto, A., & Rugayah. (2015). Pengaruh pemberian pupuk organik cair dan dosis pupuk NPK (15:15:15) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Agrotek Tropika, 3(1), 30–35.
Mangoendidjojo, W. (2007). Dasar-dasar pemuliaan tanaman. Kanisius Publisher.
Merpaung, A. E., Barus, S., & Musaddad, D. (2019). Karakterisasi dan keragaan pertumbuhan tiga klon cabai merah (Capsicum annuum L.) lokal. Jurnal Hortikultura, 29(1), 33–44.
Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG). (2023). Climatic data of Tangerang City on October to December 2022. https://dataonline.bmkg.go.id/home
Ministry of Agriculture. (2022). Food consumption statistics in 2022. Center of Agriculture Data and Information System, General Secretary of the Ministry of Agriculture of the Republik of Indonesia.
Nazirwan, Wahyudi, A., & Dulbari. (2014). Karakterisasi koleksi plasma nutfah tomat lokal dan introduksi. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 14(1), 70–75.
Oktaviani, W., Khairani, L., & Indriani, N. P. (2020). Pengaruh berbagai varietas jagung manis (Zea mays L.) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan kandungan lignin tanaman jagung. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan, 2(2), 60–70.
Rahmasuri, A., Ginting, Y. C., & Bakrie, A. H. (2014). Pengaruh konsentrasi boron terhadap pertumbuhan dan produksi dua varietas mentimun (Cucumis sativus L.) yang ditanam secara hidroponik. Jurnal Agrotek Tropika, 2(3), 363–367.
Sakri, R. M. (2014). Meraup untung jutaan rupiah dari budidaya terung putih. Penebar Swadaya Publisher.
Samsun Provincial Directorate of Agriculture and Forestry. (2018). H?yar Yeti?tiricili?i (Cucumber Cultivation). Samsun Provincial Directorate of Agriculture and Forestry.
Saragih, R., Saptadi, D., Zanetta, C. U., & Waluyo, B. (2018). Keanekaragaman genotipe-genotipe potensial dan penentuan keragaman karakter agro-morfologi ercis (Pisum sativum L.). Jurnal Agro, 5(2), 127–139. https://doi.org/10.15575/3230
Siagian, V., & Sintawati, R. (2016, September). Faktor-faktor yang memengaruhi produksi mentimun di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian. Bandar Lampung (p. 308–314). Politeknik Negeri Lampung.
Simanullang, V., Bangun, M. K., & Setiado, H. (2014). Respons pertumbuhan beberapa varietas mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap pemberian pupuk organik. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(2), 680–690.
Siswadi. (2007). Penanganan pascapanen buah-buahan dan sayuran. Jurnal Inovasi Pertanian, 6(1), 68–71.
Sudarma, H. J. (2013). Pembibitan palawija dan hortikultura. Bola Bintang Publisher.
Suherman. (2014). Pengaruh dosis pupuk kandang sapi dan konsentrasi Gandasil B terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Faculty of Agriculture. Padang Tamansiswa University.
Sumpena, U. (2001). Budidaya mentimun intensif dengan mulsa secara tumpang gilir. Penebar Swadaya Publisher.
Syahputri, W. W., Setiado, H., & Lubis, K. (2018). Studi karakteristik jagung introduksi dan beberapa varietas jagung lokal. Jurnal Agroekoteknologi, 6(2), 209–214.
Syahri, & Somantri, R. U. (2016). Penggunaan varietas unggul tahan hama dan penyakit mendukung peningkatan produksi padi nasional. Jurnal Penelitian dan Perkembangan Pertanian, 35(1), 25–36.
Tjibtaningrum, A., & Erhadestria, S. (2016). Manfaat jus mentimun (Cucumis sativus L.) sebagai terapi hipertensi. Jurnal Majority, 5(1), 112–116.
Waskito, H., Nuraini, A., & Rostini, N. (2018). Respons pertumbuhan dan hasil cabai keriting (Capsicum annuum L.) CK5 akibat perlakuan pupuk NPK dan pupuk hayati. Jurnal Kultivar, 17(2), 676–681.
Wasonowati, C., Sinar, S., & Ade, R. (2013). Respons dua varietas tanaman selada (Lactuca sativa L.) terhadap macam nutrisi pada sistem hidroponik. Agrovigor, 6(1), 50-56.
Wicaksana, P. C., & Sulistiyo, N. B. E. (2017). Aplikasi pupuk kandang ayam dan mikroorganisme lokal (MOL) daun gamal terhadap produksi dan mutu benih mentimun (Cucumis sativus L.). Journal of Applied Agricultural Sciences, 1(1), 72–85.
Widiastuti, E., & Latifah, E. (2016). Keragaan pertumbuhan dan biomassa varietas kedelai (Glycine max L.) di lahan sawah dengan aplikasi pupuk organik cair. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 21(2), 90–97.
Wijoyo, P. M. (2012). Budidaya mentimun yang lebih menguntungkan. Pustaka Agro Indonesia Publisher.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ade Sumiahadi, Adiwijaya Adiwijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


